Master News – Berdasarkan pantauan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), setidaknya terdapat 7 patahan sesar yang kini dalam kondisi aktif terdeteksi mengelilingi wilayah Cianjur.

Sejumlah gempa kecil terjadi di daerah sekitar patahan sesar yang terletak di wilayah Cianjur dengan pola pergeseran yang terlihat saling berhubungan.

Pihak BMKG juga menduga masih terdapat patahan sesar lain yang kemungkinan belum teridentifikasi, sehingga warga diimbau untuk selalu waspada terhadap gempa yang kemungkinan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, masyarakat Cianjur diminta untuk tidak panik meski wilayahnya dikelilingi oleh banyak sesar.

Namun, Dwikorita juga meminta pemerintah setempat untuk melakukan pengaturan ulang tata ruang sesuai dengan rekomendasi yang telah diberikan oleh pihak BMKG.

Dwikorita mengimbau warga harus selalu waspada, dan jika hendak membangun rumah harus berkemampuan tahan gempa atau melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dinas terkait sebelum melakukan pembangunan.

Langkah tersebut diambil demi mengantisipasi dalam menghadapi gempa serupa yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Pencegahan dan mitigasi bencana telah disampaikan oleh BMKG kepada pemerintah berdasarkan kajian yang telah dilakukan dengan cara mengidentifikasi klaster patahan.

Namun, baru disampaikan kepada pemerintah karena akan menimbulkan keresahan jika disosialisasikan ke masyarakat.

Sebelumnya, Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, telah menjelaskan hasil identifikasi patahan sesar yang menjadi penyebab gempa berkekuatan 5,6 MMI di Kabupaten Cianjur tempo hari lalu.

Penyebabnya berasal dari Sesar Cugenang, termasuk sesar lain yang telah diidentifikasi melintasi wilayah Cianjur.

Daryono mengatakan, sesar yang melintasi wilayah Cianjur diantaranya ada Sesar Cimandiri, Sesar Nyalindung-Cibeber, Sesar Rajamandala, termasuk sesar lainnya yang terletak berdekatan dengan Cianjur, seperti Sesar Lembang.

Menurut hasil identifikasinya, wilayah Cianjur merupakan zona sesar yang cukup rumit dan terbilang sangat aktif.

Ia menyampaikan bahwa wilayah sesar yang belum terpetakan harus menjadi kewaspadaan semua pihak, karena ditakutkan akan terjadi aktivitas kegempaan yang berpotensi merusak.

Daryono juga menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melihat aspek histori atau sejarah kegempaan di wilayahnya masing-masing.

Karena ketika gempa besar pernah menimpa sebuah wilayah, maka kemungkinan wilayah tersebut akan kembali mengalami kejadian gempa berpuluh-puluh tahun setelahnya.

Seperti contohnya di wilayah Cugenang terjadi gempa besar pada tahun 1879 dan 1897 yang sesarnya belum sempat teridentifikasi.

Demikian informasi terkait Pantauan BMKG mengenai 7 patahan sesar kondisi aktif mengelilingi Cianjur, masyarakat diimbau untuk selalu waspada.***

sumber : AyoBandung / BMKG