Bandung, MasterNews – DPC PERADI Bandung merespon cepat bencana alam gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur dengan menyalurkan bantuan logistik lengkap dan mengunjungi posko bantuan di daerah yang terdampak bencana alam gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jum’at (25/11).

Bantuan logistik bagi para korban bencana alam terdiri dari beras, minyak goreng, sardines, mie instan, susu, biskuit, telor, dan air mineral, selain itu ada juga obat-obatan, vitamin, pembalut wanita, popok bayi serta uang tunai untuk keperluan posko dapur lapangan POMDAM III Siliwangi di Kabupaten Cianjur.

Ketua DPC PERADI Bandung, H. Yovie Megananda Santosa, S.H., M.H., M.Si, didampingi oleh Wakil Ketua I Dahman Sinaga, S.H. dan Wakil Ketua III Giri Trimara, S.H., M.H, mengatakan turut prihatin atas musibah gempa di Cianjur yang mengakibatkan 310 orang meninggal dunia dan ribuan orang luka-luka serta kehilangan tempat tinggal, DPC PERADI Bandung hadir untuk
kiranya dapat meringankan beban para keluarga korban gempa dan besar harapan kami bahwa Cianjur mampu cepat bangkit dari bencana yang telah terjadi.

Tampak hadir pula Ketua Dewan Pakar DPC PERADI Bandung, Dr. Musa Darwin Pane, S.H., M.H bersama para anggota Dewan Pakar lainnya seperti Dr. L. Alfies Sihombing, S.H., M.H., M.M., CPR., CLA., M.I.Kom., CTLC., C.Med., ACIArb., dr. Dr. Yeni Nuraeni, S.H., M.H., MMRS., CTLC., C.Med., ACIArb. serta 31 anggota DPC PERADI Bandung lainnya di Posko Dapur
Lapangan POMDAM III Siliwangi di Cianjur.

Dr. Musa Darwin Pane, S.H., M.H menyatakan bahwa ini telah nyata membuktikan advokat PERADI Bandung memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang perlu dipupuk, semoga saja kegiatan ini menjadi kebiasaan yang baik bagi kalangan advokat.

“Tambahan salut kepada Ketua Peradi Bandung Bang Haji YMS yang berhasil menggalang dana dan memotivasi rekan-rekan advokat.“, lanjut Dr.MDP

Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat dengan magnitudo (M) 5.6 SR pada Senin (21/11) lalu menyebabkan korban jiwa dan kerusakan. Saat ini pemerintah pusat dan daerah fokus dalam melakukan pencarian korban hilang dan evakuasi warga terdampak.